Kamis, 31 Januari 2013

0 Kenapa Seragam Pramuka Berwarna Coklat

Pramuka Mandiri - Tahukan Kakak-kakak, kenapa seragam pramuka kita berwarna coklat ? Seragam pramuka berwarna coklat tentu ada alasaanya. Dan berikut adalah beberapa alasan tersebut.





Pertama 
Seragam pramuka menyesuaikan dengan seragam yang sering dipakai oleh pejuang pada masa pergerakan yaitu coklat muda atau krem.





Kedua
Warna coklat adalah warna dominan tanah di Indonesia dan dipilih sebagai warna seragam pramuka agar para pandu selalu ingat akan tanah kelahirannya.





Ketiga 
Warna coklat identik dengan warna yang netral dimana warna ini bisa dipadu padankan dengan warna apapun, hal ini memiliki arti bahwa pramuka terbuka dan bisa berada dengan keadaan apapun juga.

0 Persiapan Berkemah

Ada tiga manfaat utama dalam berkemah, yaitu melatih hidup mandiri di alam bebas, berkontak langsung dengan masyarakat dan melihat serta melatih kepedulian terhadap kelestarian alam.

Sebelum berkemah tentu pramuka harus menyiapkan alat dan bekal yang cukup. Seperti

  • Surat ijin orang tua
  • Surat ijin lokasi
  • survey lokasi 
  • Transportasi Pergi Pulang
  • peralatan tenda dan kegiatan
  • peralatan dan perbekalan hidup di alam bebas
  • peralatan keselamatan dan keamanan
  • alat komunikasi
  • peralatan bakti sosial
  • dokumentasi
  • dll
Jangan hanya berkemah untuk hepi-hepi yang malah menganggu lingkungan baik masyarakat maupun kelestarian alam. Sering sekali kita lihat pramuka berkemah justru membuat alam jadi rusak, sampah dimana-mana, coretan-coretan pada pohon dan batu serta bekas api unggun yang merusak rumput-rumput liar di hutan.

Oleh karenannya perlu sekali dalam berkemah dibuat peraturan dan jadwal kegiatan yang bermutu serta jelas tergetnya. Hindari kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat. Usahakan setiap ide kegiatan akan membawa perubahan yang lebih baik bagi diri sendiri, satuan kamu dan lingkungan dimana perkemahan didirikan.



Berkemahlah dengan penuh manfaat sehingga siapapun akan senang dengan kegiatanmu. Jangan lupa, hindari bahaya. Kamu boleh mengaku jagoan dalam hidup di alam liar, tapi sepintar-pintar kamu, ketahuilah bahwa semua petualang mengakui jika alam tidak pernah dapat ditaklukkan. Jadi rendah hati saja, dan selalu siapkan diri sebaik mungkin.

1 Cara merawat Tali Pramuka ...



Indonesian Scouts Journey - Kita harus merawat tali pramuka dengan baik, dimana salah satunya adalah memperhatikan bagaimana kita menyimpannya.

Jangan simpan tali pramuka dalam keadaan basah, apalagi kotor. Cucilah dengan air hingga bersih, lalu keringkan. Jika sudah kering, gulung yang rapi kemudian simpan di tempat yang kering dan bersih, sehingga tidak cepat rusak.




Tali pramuka sangat penting bagi pramuka baik ketika latihan maupun berada di medan petualangan, sehingga keberadaan tali pramuka yang terawat amatlah penting.

Sabtu, 07 Januari 2012

0 sejarah kepramukaan di Indonesia

sejarah kepramukaan di Indonesia

Masa Hindia Belanda

Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai "saham" besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepanduan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepanduan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.
Organisasi kepanduan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang "Nederlandsche Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV) pada tahun 1916.
Organisasi Kepanduan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah Javaansche Padvinders Organisatie; berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916.
Kenyataan bahwa kepanduan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya "Padvinder Muhammadiyah" yang pada 1920 berganti nama menjadi "Hizbul Wathan" (HW); "Nationale Padvinderij" yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan "Syarikat Islam Afdeling Padvinderij" yang kemudian diganti menjadi "Syarikat Islam Afdeling Pandu" dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietische Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.
Hasrat bersatu bagi organisasi kepanduan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu "Persaudaraan Antara Pandu Indonesia" merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928.
Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan). Berkas:KBI.jpg
PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.
Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepanduan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama. kepanduan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katolik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).
Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan "All Indonesian Jamboree". Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan "Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem" disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

Masa Bala Tentara Dai Nippon

 

Dai Nippon" ! Itulah nama yang dipakai untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepramukaan, dilarang berdiri. Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat kepramukaan tetap menyala di dada para anggotanya.Karena Pramuka merupakan suatu organisai yang menjungjung tinggi nilai persatuan.Oleh karena itulah bangsa jepang tidak mengijinkan Pramuka tetap lahir di bumi pertiwi.


Masa Republik Indonesia

Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepramukaan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepramukaan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia.
Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan "Janji Ikatan Sakti", lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.
Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu, sebagai patriot yang membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya. Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).
Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan pengabdian juga bagi para anggota pergerakan kepramukaan di Indonesia, kemudian berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950.
Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupakan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepramukaan di Indonesia, jadi keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.
Mungkin agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organi-sasi kepramukaan menga-dakan konfersensi di Ja-karta. Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.
Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia
Ipindo merupakan federasi bagi organisasi kepramukaan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.
Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta.
Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepramukaan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup kepramukaan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957.
Seminar Tugu ini meng-hasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepramukaan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan ke-pramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan Novem-ber 1958, Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik "Penasionalan Kepanduan".
Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.
Nah, masa-masa kemudian adalah masa menjelang lahirnya Gerakan Pramuka

0 Smaphore

0 Simpul-simpul dan Tali-temali


Bidang Tali Temali
Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah bendanya. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. Ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan sebagainya.
Macam simpul dan kegunaannya
1. Simpul ujung tali
Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas
2. Simpul mati
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin
3. Simpul anyam
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering
4. Simpul anyam berganda
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah
5. Simpul erat
Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan
6. Simpul kembar
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin
7. Simpul kursi
Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan
8. Simpul penarik
Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar
9. Simpul laso
Untuk gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini
Image
Image
Macam Ikatan dan Kegunaannya
1. Ikatan pangkal
Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga
digunakan untuk memulai suatu ikatan.
2. Ikatan tiang
Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya
untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.
3. Ikatan jangkar
Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.
4. Ikatan tambat
Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.
5. Ikatan tarik
Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada suatu tiang, kemudian mudah untuk
membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon.
6. Ikatan turki
Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher
7. Ikatan palang
8. Ikatan canggah
9. Ikatan silang
10. Ikatan khaki tiga
Untuk gambar macam-macam ikatan dapat dilihat di bawah ini.
Image
Image

Contoh pionering

Menara Pandang



Sebelum Mempraktekan betulan membuat menara pandang, sebaiknya anda membuat maket/ menara pandang mini. Hal tersebut mengajarkan bahwa sebelum kita membuat/ membangun suatu bangunan besar atau gedung sebaiknya merancang dalam bentuk kecil/ maket.
Tentu saja untuk membuat menara pandang ini dibutuhkan bambu yang sudah dipersiapkan dengan ukuran kecil dan benang kasur secukupnya. Nah untuk jenis simpul atau ikatannya tentunya anda bisa melihat di bab pionering. Membuat menara pandang termasuk salah satu kegiatan ketrampilan pionering

0 Macam Penegak

Penegak Bantara

Penegak Bantara adalah Calon Penegak yang telah memenuhi SKU bagian Penegak Bantara dan mentaati adat istiadat Ambalan. Perpindahan dari Calon Penegak menjadi Penegak Bantara dilaksanakan dengan upacara pelantikan yang bersangkutan degan mengucapkan janji Tri Satya dengan sukarela dan memakai tanda tingkatan untuk Penegak Bantara.

Selama menjadi Penegak Bantara diberi kesempatan latihan untuk membaktikan diri kepada masyarakat dan membentuk kepribadian yang kuat.

Penegak Laksana

Penegak Laksana adalah Penegak yang telah memenuhi SKU bagi Penegak Laksana dan mentaati adat Ambalan. Perpindahan dari Penegak Bantara menjadi Penegak Laksana dilaksanakan dengan upacara Kenaikan Tingkat dengan mengucapkan janji Tri Satya denga sukarela dan erhak memakai tanda tingkat Penegak Laksana.

Rabu, 04 Januari 2012

0 Petunjuk Teknis PAB


PETUNJUK TEKNIS
”PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) 2011”
I.                   Pendahuluan

     Gerakan Pramuka adalah wadah pendidikan guna menyalurkan bakat dan minat  dalam bidang kepramukaan dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kepamukaan sehingga menjadi anggota pramuka yang menjunjung tinggi Trisatya dan Dasa Darma.

     Dalam rangka merealisasikan semangat dan jiwa-jiwa kepramukaan yang berdasarkan Trisatya dan Dasa Darma Pramuka. Maka kami dari pengurus Dewan Ambalan Pramuka MAN 1 Makassar melaksanakan kegiatan “Penerimaan Anggota Baru (PAB) tahun 2011”. Sebagai realisasi program kerja yang telah ditetapkan oleh para pengurus Dewan MAN 1 Makassar Periode 2010-2011 dan pengembanghan organisasi Gerakan Pramuka kedepan.

II.                Dasar Penyelenggaraan

a)      Keputusan Presiden Republik Indonesia NO. 238 tahun 1961
b)      Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
c)      Program kerja Dewan Ambalan MAN 1 Makassar Periode 2010-2011.

III.             Maksud dan Tujuan

1). Maksud pelaksanaan kegiatan:
     a). Terbentuknya generasi muda yang handal dan patriot yang berdisiplin tinggi.
     b). meningkatkan persahabatan diantara sesame anggota.

2). Tujuan pelaksanaan kegiatan.
     a). Untuk mewujudkan kader-kader bangsa yang miliki nilai pancasila.
     b). meningkatkan daya kreaktifitas, kekompakan dan semangat kepramukaan.


IV.              Nama dan Tema Kegiatan

Kegiatan dinamakan “Penerimaan Anggota baru (PAB) 2011” dengan tema :
 “Meningkatkan Jiwa Kepramukaan, Solidaritas dan Rasa Tanggung Jawab”

V.                 Waktu dan Tempat.

1.      Pelaksanaan Kegiatan In Dor
Pertemuan mingguan    : 1,8,15 Oktober 2011.
Tempat                          : Kampus MAN 1 Makassar.
Waktu                           : Pukul 15.00 – 17.00 wita.
2.      Pelaksanaan kegiatan Out Dor
Pertemuan                     : Jum’at, Sabtu, Minggu, 21,22,23 September 2011
Tempat                          : Benteng Somba Opu Kab. Gowa
Waktu                           : 14.00 wita – selesai.

VI.              Jenis Kegiatan

v  Materi Kepramukaan
v  Pendidikan dan Latihan Dasar
v  Musyawarah
v  Senam Pramuka
v  Out Bound
v  Jelajah alam.

VII.           Persyaratan Peserta

1.      Persyaratan adalah terdaftar sebagai siswa-siswi di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar.
2.      Mendapatkan izin dari orang tua / wali.
3.      Mengisi formulir pendaftaran/biodata peserta.
4.      Foto berwarna ukuran 3 x 4, 2 lembar.



VIII.        Tempat Pendaftaran
Sekretariat : jalan Tala’salapang NO. 46 Makassar. Telp. (0411) 868996

Kontak Person

-          Sri Lisdasari : 085 298 455 430
-          Rivaldi         : 085 261 603 046

IX.              Penutup

     Demikian petunjuk teknis kegiatan “Penerimaan Anggota Baru (PAB) 2011” Gerakan Pramuka Gugus Depan Makassar 08-079 08-080 Ambalan Taqwa Danawa pangkalan MAN 1 Makassar. Atas perhatian, partisipasi, dan kerjasamanya diucapkan banyak terima kasih.


                                                                    Makassar, 16 September 2011